MULTITASKING? YAY OR NAY?

Ngerjain tugas, sambil makan selagi nunggu kereta.

Atau,

Rapat, sambil nonton kantek show, sekaligus ngoreksi tugas mentee.

***

Sepertinya saya seorang multitasker. Sangat gandrung dengan efektifitas dan kecepatan, semua gerakan terukur dan berstrategi.

“Naik ke lantai 2 harus sambil bawa buku, keranjang laundry, gelas, HP plus charger, peniti, dan handuk. Rutenya harus naro keranjang laundry, lalu ke meja dekat dispenser untuk naro buku dan gelas serta nge-charge HP, kemudian ke kamar dan naro peniti di meja rias, dan terakhir ke gantungan handuk untuk naro handuk. Tidak boleh melewati 1 jalur lebih dari sekali, setiap pergerakan harus seefektif mungkin.”

Multitasking terdengar keren pada awalnya. Serba bisa meng-handle ini itu dalam waktu bersamaan. Bagai bertangan 5! Efektif memang, dan selalu ada rasa puas setiap kali selesai menerapkan strategi untuk melakukan suatu aksi multitasking. Jujur aja, saya memang tergila-gila dengan strategi dan efektifitas.

Tapi, apakah memang seperti itu otak kita bekerja?

Continue reading →

Yang Tersembunyi Di Balik Layar-Layar Itu

Setelah tahun lalu diramaikan oleh peristiwa MH370, yang sampe sekarang masih buram, dan MH17 yang jatuh di Ukraina, awal tahun 2015 ini sepertinya masih disambut dengan peristiwa yang sama. Udah seminggu lebih berbagai siaran berita meng-update kabar muram tentang AirAsia QZ8501 yang jatuh di dekat Pangkalan Bun dalam perjalanannya menuju Singapura. Banyak keluarga yang tiba-tiba kehilangan anggota keluarganya dan sepertinya gak ada korban selamat.

Perjalanan udara yang biasanya ditunggu-tunggu dan menyenangkan, karena ini artinya pulang dan bertemu keluarga, malah jadi pengalaman yang penuh waswas. Terlebih karena banyak anggota keluarga yang lumayan intens menggunakan jenis transportasi ini, gak mungkin deh melepas pergi tanpa cemas. Apa karena banyaknya pemberitaan tentang pesawat jatuh akhir-akhir ini? Yap, tapi itu hanya salah satunya..

***

Continue reading →

Angels Surround Me

Gw rasa, ada terlalu banyak hal kecil yang indah di sekitar gw. Salah satunya adalah anak kecil. Siapa pun itu, di mana pun itu. Polos, sederhana, jujur, tanpa beban, gak berdosa, bebas. Woh! Banyak banget lah pokoknya.

Kalo liat anak kecil, ada 2 kemungkinan reaksi yang muncul:

1. Sirik, pengen jadi anak kecil lagi.
2. Pengen punya anak.

Tapi efek sampingnya selalu sama, seneng, tenang, dan peeeenuh cinta (ciailah :p).

Kenapa bisa gitu ya? Apa sih sebenernya yang membuat anak kecil itu punya kualitas* seneng, tenang, penuh cinta ini? Coba dipretelin ah~

Continue reading →