MULTITASKING? YAY OR NAY?

Ngerjain tugas, sambil makan selagi nunggu kereta.

Atau,

Rapat, sambil nonton kantek show, sekaligus ngoreksi tugas mentee.

***

Sepertinya saya seorang multitasker. Sangat gandrung dengan efektifitas dan kecepatan, semua gerakan terukur dan berstrategi.

“Naik ke lantai 2 harus sambil bawa buku, keranjang laundry, gelas, HP plus charger, peniti, dan handuk. Rutenya harus naro keranjang laundry, lalu ke meja dekat dispenser untuk naro buku dan gelas serta nge-charge HP, kemudian ke kamar dan naro peniti di meja rias, dan terakhir ke gantungan handuk untuk naro handuk. Tidak boleh melewati 1 jalur lebih dari sekali, setiap pergerakan harus seefektif mungkin.”

Multitasking terdengar keren pada awalnya. Serba bisa meng-handle ini itu dalam waktu bersamaan. Bagai bertangan 5! Efektif memang, dan selalu ada rasa puas setiap kali selesai menerapkan strategi untuk melakukan suatu aksi multitasking. Jujur aja, saya memang tergila-gila dengan strategi dan efektifitas.

Tapi, apakah memang seperti itu otak kita bekerja?

Continue reading →