SAMPAH

Di Negeri di Ujung Tanduk
kehidupan semakin rusak, bukan karena orang jahat semakin banyak, tapi semakin banyak orang yang memilih tidak peduli lagi.
-Tere Liye
Hampir di setiap area publik gw menemukan orang-orang yang ngebuang sampah sembarangan. Sikap gak peduli orang-orang dengan keadaan lingkungan sekitar suka bikin gw sedih banget. Ngeliat anak kecil buang sampah sembarangan, bahkan tanpa sudi buat ngeliat ke mana jatuhnya sampah yang dia sebar. Lebih miris lagi ketika ngeliat orang dewasa yang melakukan hal ini. Terlihat bahwa kepedulian akan kebersihan hampir gak ada.

Kalau melihat kondisi sekitar, bisa dibilang mendukung juga berkembangnya habit ini. Faktanya memang tidak banyak tempat sampah yang tersedia di tempat-tempat umum, contohnya di commuter line. Ah tapi walaupun ada tempat sampah di dekatnya, mungkin beberapa orang lebih memilih langsung melemparnya ke mana pun dia suka supaya gak usah bergeser dari tempatnya berada. Bahkan, gerbong commuter line yang sekarang udah lebih bagus dan rapi aja masih gagal mengarahkan penumpangnya untuk bersikap lebih pantas.
Setiap kejadian ini terjadi, selalu ada rasa pengen mungut sampah-sampah itu. Tapi nyatanya keinginan itu belum pernah terjadi. Pada saat seperti itu selalu terjadi pergolakan internal yang ujungnya selalu penyesalan. Tapi lama-lama yang terpikir adalah “udahlah, ntar juga ada yang nyapuin.”
Ternyata yang jauh lebih menyedihkan adalah diri gw sendiri, yang sadar tapi gak bertindak dan secara sadar mengikis sendiri rasa peduli itu. Karena yang lebih kejam dari kejahatan adalah pertunjukkan ketidakpedulian terhadap kejahatan itu. Shame on you Rara 😦
***
Pembelaan diri:
Walaupun sebegitu merasa bersalahnya, kadang gw berpikir bahwa banyak orang  gak peduli tentang membuang sampah pada tempatnya. Pada kondisi ini membuang sampah sembarangan adalah hal biasa, sedangkan rempong mengurusi orang lain yang buang sampah sembarangan lah yang tidak normal.
Tapi lagi-lagi pemikiran ini mengusik gw, karena ini menandakan gw gagal mengatakan yang, menurut gw, benar adalah benar dan salah adalah salah. Shame on you Rara 😦
***
Mungkin buang sampah sembarangan terlihat seperti perkara kecil. Tapi bukan itu persoalannya, dan bukan juga tentang membuang-sampah-bukanlah-urusan-saya-tapi-urusan-cleaning-service-dan-tukang-sampah. Semua tentang peduli, di mana pada saat melakukan sesuatu yang tidak benar masih ada rasa peduli sama suara-suara kecil yang teriak di kepala kita. Atau jangan-jangan suara-suara kecil itu udah hilang di antara kita manusia? Bayangkan kalau membuang-sampah-bukanlah-urusan-saya-tapi-urusan-cleaning-service-dan-tukang-sampah ini menjadi gaya hidup dan membentuk cara pikir masyarakat, kapan kira-kira negeri ini bisa mandiri?
Termasuk generasi kayak gw, yang mengerti tapi ragu-ragu lalu mengikis sendiri rasa peduli. Shame on you Rara 😦
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s