Design for The Designers

Selama hampir 3 tahun, saat gw ngetik ini, gw adalah anak arsitektur interior. Dan selama ini pula gw sering banget kepikir “Orang-orang arsitek ini bikin banyak banget bangunan dan ruangan bagus-bagus, tapi kok studionya…”. Buat yang pernah main ke studio anak ars pasti bisa deskripsiin deh haha.

Ya, gw selalu kepikir orang-orang yang bikin bangunan bagus ini, yang bikin setiap ruang, setiap senti, setiap detailnya dengan pertimbangan berlapis dan bercabang ini kok kalo diperhatiin gak punya studio dengan kaliber desain yang serupa ya? Kok layout studionya gitu-gitu aja ya? Gak ada program ruang yang terdesain khusus sesuai dengan perilaku alami anak arsnya gitu ya? Rata-rata sama (sepenglihatan gw sih yang masih level teri di dunia desain ini), mau yang di dalem negri, ato di luar negri tipologinya sama @..@ Ini agak mengerikan gimanaa gitu.

Kita, anak ars, belajar tentang ergonomi atau human factor, yaitu gimana caranya desain yang kita bikin bisa meningkatkan kualitas hidup, efektifitas kerja, mengurangi kecemasan, meningkatkan kepuasan, dll. Diaplikasiin juga langsung ke desain-desain yang dibuat. Tapi ironisnya, itu cuma berlaku buat orang lain terkecuali anak ars. Kalo pernah liat cara kerjanya anak ars langsung, mana ada tuh yang merhatiin posenya kayak gimana, menclok sana, miring sini, bertebaran di lantai, nungging lah (extreme version). Bad postures! Yakin deh, sedikitnya anak ars pasti pernah ngalamin sakit badan, entah itu bagian mana. Gw sendiri pernah sampe radang otot punggung, yang gw sangka tulang punggung gw geser -_-“

Gw sampe googling gambar tentang desain yang emang khusus merancang studio buat anak-anak ars, tapi belom nemu titik terang. Yang gw temuin masih aja sample-sample serupa studio desain gw di kampus. Bahkan dari jaman bahela foto masih item-putih, kacamata bunder, rambut kribo gondrong juga kayak gitu modelnya! Arrrrghh >.< Nih coba liat beberapa sampelnya:

 

Studio Perancangan Arsitektur Interior UI (tapi sekarang udah digusur)

 

Studio Perancangan Arsitektur ITB

Nah kalo mau liat lebih banyak lagi sample di seluruh dunia, dari barbagai masa bisa liat di sini:

http://www.shootyourstudio.com

Coba bandingin dengan desain-desain yang mereka buat:

Google Office

Google Office New York

More pictures: http://www.home-designing.com/2009/10/googles-offices-from-around-europe

Facebook Office: http://izismile.com/2010/12/23/inside_facebook_offices_46_pics.html

Dan banyak lagi work space yang desainnya luar biasa: http://www.glantz.net/blog/from-evanston-to-istanbul-unbelievable-offices-around-the-world

Sangat wohoo yeye kan? Coba scroll lagi ke atas dan bandingin, yang di atas itu kalo dari kejauhan (menurut penglihatan gw sih) mirip sekelompok pengrajin tembakau 😥 Jauh berbeda.

Tau kenapa perusahaan-perusahaan itu mau menggelontorkan banyak uang buat bikin kantor kayak gitu? Ya! Itu karna mereka sadar kalo interioritas itu gede banget intervensinya terhadap kualitas kerja karyawannya. ‘Emotional Design’ kalo katanya Donald A. Norman, dan itu emang bener.

Tapi sekarang gw jadi kepikiran, mungkin gak ya bikin desain buat desainer? Kompleks gila-gilaan pasti subjeknya. Bisa radang otak mungkin yang mendesainnya? Siapa yang tau~ 😉

 

Advertisements